Mata kail telah berevolusi berkali-kali dalam pelbagai budaya. Contoh-contoh paling awal mata kail tanpa duri pandan adalah dari Dinasti Mesir Pertama (~ 3000 SM) dan pada ~ 1200 SM.

Mata kail berduri digunakan di Mesir Kuno. Kita harus menjangkau lebih jauh ke dalam budaya yang lebih primitif untuk mengenal pasti bagaimana mata kail diciptakan.

 

Sebelum mata mata kail dinamakan mata kail, para arkeologi mendakwa alat ini dinamakan sebagai gorge. Ia adalah potongan-potongan tulang atau yang berlekuk di tengah sehingga tali dapat diikat padanya.

 

 

Gorge ini dicangkok ke dalam bongkahan umpan, apabila ikan menelan umpan, ketika itulah tali itu ditarik, gorge itu bersilangan dengan bijak di dalam ikan dan tercangkok di dalam mulut ikan.

Salah satu jenis gorge yang paling awal ditemui di lembah Somme di Prancis. Diyakini sekitar 7000 tahun yang lalu.

Beralih ke zaman yang lebih moder kita menemukan banyak contoh di mana penduduk asli menggunakan peralatan penangkapan ikan yang relatif primitif.

Orang-orang Eskimo dan orang-orang asli di Afrika Selatan masih menggunakan gorge ngarai. Pada tahun 1846 orang-orang Ojibway Kanada masih menggunakannya.

 

 

Bahkan, ada contoh-contoh kontemporer dari semua tahap pengembangan mata kail yang tersebar di bumi. South Sea Islander membuat mata kail dari serabut kawat yang biasa digunakan ketika angkatan bersenjata mengunjungi kepulauan itu ketika saat berperang di Perang Dunia II.

 

Ia sama kasarnya dengan mata kail tunggal tanpa duri pandan yang ditemukan oleh para arkeologi. Di beberapa tempat gorge yang dimodifikasi telah digunakan untuk menangkap belut di abad kedua puluh.

 

Perkembangan progresif mata kail terlihat pada artifak yang ditinggalkan oleh masyarakat yang hidup di negara Tasik Swiss.

Apabila masyarakat mula bekerja dengan gangsa, mereka mula mereka cipta gorge daripada logam.

Mereka mula meluruskan dawai di kedua sisi, tetapi dengan lenturan kecil di tengah di mana tali pancing disambungkan. Dan gorge rekaan baru ini dikenali sebagai bricole.

 

Perubahan selanjutnya adalah memberi sedikit lekukan pada lengan dawai gorge. Ini adalah permulaan awal lenturan yang kemudian dibentuk menjadi bentuk mata kail.

Kemudian beberapa tukang seni kuno memutar kawat atau dawai itu sehingga sebuah mata (cincin) terbentuk di tengahnya.

Ia berterusan dengan memanjangkan dua lengan gorge, menghasilkan bentuk lekukan yang lebih baik hingga terbentuknya mata kail yang sempurna.

 

 

Para arkeologi percaya bahwa idea untuk membuat duri padan pada mata kail berasal dari tombak. Barbs atau duri pandan memberi mata kail lebih banyak daya pegang sama seperti titik berduri lebih sulit bagi haiwan untuk melepaskannya.

 

Bentuk mata kail tunggal, berduri pandan diperbuat daripada gangsa oleh pereka kuno ini sama rekabentuknya sama dengan mata kail yang kita gunakan saat ini.

Orang-orang yang mendirikan rumah air mereka di perairan Tasik-Tasik Swiss dan pereka mata kail gangsa kuno diyakini telah hidup di sana setidaknya dua puluh abad yang lalu.

 

 

Mata kail berduri pandan Mesir telah digunakan sebelum waktu ini tetapi artifak dari Swiss Lake menyajikan serangkaian perubahan yang didokumentasikan dengan baik dari gorge menjadi mata kail.

 

Proses ini kemungkinan berlangsung di budaya lain, dengan pengembangan pelbagai langkah selanjutnya tergantung pada faktor-faktor seperti perkembangan teknologi kontemporer, gaya hidup, dan interaksi dengan masyarakat lain.

 

baca juga Sejarah Penjenamaan Mata Kail Eagle Claw

Apa pendapat anda? Teruskan klik & share artikel kami ini. Terima kasih!

Jangan lupa LIKE, FOLLOW & SEE FIRST Facebook Majalah Umpan

Sudah subscribe channel Youtube umpan? Klik sekarang Youtube Umpan